Seven days in Tibet, Seven Flight and Seventeen Days of Tibet Journey
Kalau ada pertanyaan trip mana yang paling berkesan seumur hidup, tanpa ragu pasti akan aku jawab Trip keTibet. Ada banyak hal yang mendasari kenapa jawabannya seperti itu, berikut 7 alasan yang mendasarinya.
1. Trip Paling Lama.
Baru kali ini bisa merasakan Trip paling lama seumur hidup. Maklum bisa cuti dua minggu dengan total waktu 17 hari rasanya merupakan sebuah keajaiban buat pekerja kantoran macam saya. Bukan jumlah cutinya, tapi kesempatannya yang sangat jarang karena load kerjaan. Thanks God, ternyata semuanya mendukung rencana jalan - jalan lama. Pas pengen jalan, pas kerjaan lagi dititik terendah. Demikian juga 7 hari diTibet merupakan trip terlama berdiam disatu kota.
2. Trip Paling Sulit, Ruwet dan Membingungkan.
Persiapan 6 bulan rasanya tidak terlalu berguna banyak mengingat sampai hari terakhir menjelang berangkat rute, transportasi dan Tibet Permit masih samar bahkan bisa dibilang gelap. Dari berbagai usaha mencari informasi pengurusan Tibet permit selalu runyam, apalagi ditambah informasi kalau Tibet permit sempat ditutup sehubungan adanya demo wisatawan asing diTibet beberapa bulan Lalu. begitupun usaha informasi kereta dan pesawat diChina plus cara bookingnya, semuanya gelap gulita. Belum lagi untuk trip diluar kota Lhasa juga harus pakai permit tambahan. Benar kata guide disana "Your problem is not (only) money but permit" Alhasil semuanya Go show, entah via Chengdu atau Xian plus plan B muter jadi China trip kalau gagal masuk Tibet.
3. Melihat yang serba terbesar, tertua, tertinggi dan terjorok diChina dan didunia
Kurang apalagi coba bisa merasakan pengalaman melihat yang terbesar, tertua, tertinggi dan terjorok diChina bahkan didunia. Untuk kategori terbesar, Giant Panda dan Grand Buddha adalah jawabannya. Giant Panda sebagai Panda terbesar didunia sekaligus logo WWF, sementara Grand Buddha adalah Patung Buddha terbesar didunia, dengan panjang lebih 200 meter untuk patung Buddha tidur dan tinggi 71 meter untuk patung Buddha duduk.
Untuk Kategori tertua, setidaknya diChina diwakili oleh dinasty Qin (220 BC) beserta semua peninggalannya : Teracotta Wariors, Qin Shi Huang Tomb adalah warisan dari dinasty tertua yang bisa menyatukan China. Kalau nggak salah sejarahnya difilmkan dalam film the Heronya Jet Lee.
Untuk urusan tertinggi didunia yang ada catatan resminya adalah Nam Tso Lake sebagai danau tertinggi didunia - 4718 mdpl. Sedangkan yang tidak ada catatan resminya adalah kota Lhasa rasanya merupakan kota tertinggi didunia dengan ketinggian 3900 mdpl. Berikutnya bandara Lhasa dan Stasiun kereta otomatis yang tertinggi dikategorinya. Selanjutnya Potala Palace sebagai istana tertinggi didunia dengan 4015 mdpl. Masjid diMuslim quarter dan Drepung Monastery diTibet sebagai masjid dan Tempel tertinggi didunia. Dan mungkin masih banyak hal yang tertinggi diTibet lainnya.
Untuk urusan terjorok didunia rasanya Tibetlah tempatnya. Tidak peduli itu dijalur keNam Tso Lake yang penuh air bersih maupun diPotala yang rasanya susah air bersih, WC umum diTibet rasanya sangat tidak manusiawi sama sekali. Banyangkan dari jarak 50 - 100 meter aromanya sudah tercium, apalagi ditengah teriknya matahari makin menyengatlah baunya. Jadi kalau pengen tahu letak WC umum diTibet jangan cari tanda signnya, tapi kenali dengan hidung anda dengan baunya. Satu lagi, kalau mau latihan Snorkling tanpa takut tenggelam - melatih bernafas dengan mulut - Tibetlah tempat yang recommended untuk dicoba.
4. Pertama Kali Terbang diatas pegunungan Himalaya dan puncak mount Everest.
Kalau ingin mencoba suasana flight yang lain daripada yang lain. Flight layaknya pasar kaget, flight dimana tingkah penumpangnya seperti anak kecil semua tidak pandang bulu usia, jenis kelamin, negara, suku dan agama dan Pendaratan yang disertai tepuk tangan bangga dan senangnya penumpang cobalah untuk flight jalur Chengdu - Lhasa. Dijamin pengalaman serupa bisa kita dapatkan.
Bagaimana tidak, terbang diatas pegunungan dan gunung tertinggi didunia dan pengalaman mendarat dibandara tertinggi didunia dan Tibet tentunya akan menjadi pengalaman berharga. Entah dimana lagi bisa mencari suasana flight yang sepadan dengan Flight Chengdu - Lhasa.
5. Pertama kali mencoba kereta paling Ekstrim didunia
Paling Ekstrim, kereta jalur Lhasa - Xian adalah jawabannya, karena kereta jalur Lhasa - Xian adalah satu - satunya kereta yang ada suplay oksigennya plus yang melewati jalur paling ekstrim didunia dari ketinggian kurang dari 1000 mdpl diXian hingga diatas 5000 mdpl diantara Xining - Lhasa.
Selain itu nilai keekstriman jalur ini ditambah melewati padang savana seluas ribuan bahkan jutaan hektar dengan background gunung - gunung tandus yang sebagian besar bersalju bahkan dimusim panas sekalipun. Melihat ribuan bahkan jutaan Yak - Sapi khas Tibet - Domba dan kambing gunung selama perjalanan, bahkan kalau beruntung bisa melihat rusa kutub dan serigala salju seperti kemarin. Selain itu pengalaman naik kereta selama 35 jam adalah naik kereta terlama seumur hidup.
6. Trip dengan jumlah Flight terbanyak
Biasanya untuk satu Trip paling banyak hanya 4 - 5 kali Flight, trip kali ini terpaksa memilih menggunakan 7 kali Flight. Bukan karena angka sih yang mendasari angka serba 7 tapi karena alasan untuk mempersingkat waktu. Maklum naik kereta diChina untuk antar kotanya minimal 24 jam, sementara dengan Flight hanya 2 jam jadi lumayan saving time untuk city tour atau keperluan lain. Alhasil hanya rute Lhasa - Xian yang memakai kereta sementara rute lainnya memakai flight semua yaitu rute Jakarta - Batam pp, Singapura - Shenzhen pp, Shenzen Chengdu, Chengdu - Lhasa dan Xian - Shenzhen.
7. Trip Paling Mahal
Konsekuensi mengganti kereta dengan Flight tentunya berimbas pada budget. Maklum lokal flight diChina tergolong amat sangat mahal dan tidak ada budget flight diChina. Yah walaupun akhirnya harus over budget rasanya sepadan dengan trip yang didapat maklum dengan 17 hari rasanya sangat jauh dari cukup untuk menuntaskan hanya tiga kota diChina tersebut. Sementara kalau harus bela-belain naik kereta akan banyak terbuang waktu dan tentunya akan lebih mahal melakukan trip ulangan.
Pengorbanan waktu, uang dan stamina rasanya sangat sepadan pengalaman yang didapat. Sayang tidak bisa trip ke Everest Base Camp (EBC) dan Nepal Border karena perlu waktu, uang dan kondisi fisik yang berlebih, kalau bisa niscaya trip akan menjadi sempurnya. Apalagi Trip diTibet itu sistemnya borongan, bukan perorangan jadi yah ditanggung mahalnya. Tapi paling tidak dengan gagal keEBC berarti rute Nepal - EBC - Tibet menjadi on the list untuk next journey. Jadi selama ada waktu selalu ada asa untuk kesana. Catper lengkap dan foto - foto menyusul.
Chengdu - Tibet - Xian, 1 - 17 Juni 2007