Dari Dinginnya Dieng menuju Panasnya Karimun Jawa
Awalnya sempat bingung long weekend 4 hari mau kemana. Rencana ikutan keBangka Belitung gagal karena miskom, kirain dah kehabisan tiket pesawat ternyata masih ada...hehehehe... Renacana keSawarna yang sudah diset jauh - jauh haripun gagal lantaran pesertanya pada berguguran semua akibat harus masuk diharpitnas. Heran pada cinta banger ama kantor dan kerjaan sih, sampai - sampai long weekend aja malah closing dan training. Hmmm...mana semangat mars PMRnya..??!!
Masak libur 4 hari mau diJakarta doang, padahal weekend biasa saja rasanya pengen ngabur dari Jakarta. Memang kalau dah niat selalu ada jalan. Eh tiba - tiba ada yang ngajakin ngtrip luar kota. Lihat itenerarynya sih ambisius banget : Dieng dan Karimun Jawa, malah kalau sempat mau pakai acara rafting diSerayu segala. Oalah apa nanti gak jadi trip numpang lewat saja yah
KeDieng via jalur Selatan
Gak tahu kenapa kok ya selalu dapat teman jalan yang doyan nyasar - nyasar mulu. Mestinya kalau dari Jakarta keDiengkan lewat jalur pantura, lha kok ada - ada saja rencana kesana via jalur selatan agar gak sering berpapasan ama bis malam dan kontainer yang merajai jalur pantura. Namanya juga ngikut dan lagian belum pernah via jalaur selatan yah hayoo sajalah, kan yang penting semboyan "Biar nyasar yang penting Happy" selalu berlaku.
Benar juga sih jalur selatan lebih sepi dan lancar, apalagi malam hari gini. Tapi pantesan pada milih via pantura lha via selatan selain lebih jauh jalannya juga berliku - liku. Lumayan untuk membuat sedikit mual dan pusing kepala. Alhasil perjalanan Dieng yang via pantura sekitar 10 jam jadi 12 jam via jalur selatan. Tapi lumayan sih kalau lewat jalur selatan dari arah Purwokerto - Banjarnegara akan melewati pom Bensin yang memelihara ikan yang ukurannya segede orang dewasa (lupa sih namanya, tapi merupakan ikan air tawar asal suangai Amazon).
Karena sampai Banjarnegara sudah keburu siang, rencana rafting Serayupun terpaksa dibatalkan dan hanya minta brosur saja serta langsung melanjutkan perjalanan menuju Dieng. Sayang karena sudah sore dan cuaca mendung akhirnya hanya dapat sedikit explore kawasan candi Dieng saat itu. Esok paginya ditengah udara dingin yang menusuk tulang tetap nekat mengejar sunrise diSikunir. Ternyata pengorbanan itu tidak sia - sia karena bisa melihat sunrise dengan latar belakang gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi dan mungkin juga gunung Slamet dan Lawu. Lebih puas lagi ternyata pagi hari sampai siangnya suasananya cerah ceria sehingga bisa maksimal explore Diengnya.
Nyasar dan Nyasar Lagi
Siang hari setelah explore Dieng langsung melanjutkan perjalanan menuju Semarang agar keesokan harinya bisa nyebrang keKarimun Jawa. Tapi gak tahu kenapa kok kesana juga pakai nyasar - nyasar juga. Rencana awalnya sih mau lewat rute Temanggung - Secang - Ambawara - Semarang sekalian mau nyobain srabi panas yang banyak terdapat dijalanan rute Magelang - Semarang diAmbarawa, eh lha kok malah nyasar via jalur alternatif rute Parakan - Sumowono - Bandungan - Semarang gara - gara mengikuti penunjuk jalan yang menyesatkan.
Awalnya asik juga lewat jalur alternatif tersebut, tapi lumayan juga waktu terjebak tebalnya kabut sore hari diSumowono. Praktis jarak pandang paling gak sampai 10 meter dan tentunya harus lebih extra waspada karena jalurnya yang berkelok - kelok. Tapi asik juga sih lewat rute tersebut, apalagi rencana kuliner makan Srabi yang gagal tergantikan kuliner makan jadah goreng, tahu Serasi, sate Kelinci dan susu Kedelai diBandungan. Rencana kuliner satu makanan malah tergantikan 4 makanan sekaligus. Sampai Semarangpun tak lupa menyempatkan mencicipi Tahu Gimbal khas Semarang.
Naik Kartini keKarimun Jawa
Karena pertimbangan waktu dan pengen nyaman keKarimun akhirnya memutuskan naik kapal Kartini dari Tanjungmas. Beruntung hari itu kapalnya lagi sepi jadi bisa tidur selonjoran dikapal, maklum 4 bangku untuk sendiri. Sampai Karimun karena sudah cukup siang akhirnya memutuskan leyeh – leyeh sambil menunggu sunset didermaga wisata. Memang indah kalau bisa melihat sunset ditepi pantai apalagi dengan background kapal nelayan yang pulang melaut disuasana sore yang cerah. Wah kombinasi yang sempurna.
Baru keesokan harinya explore Karimun Jawa dengan menyewa perahu nelayan. Karena terbatasnya waktu dan harus balik Semarang siang harinya, akhirnya hanya singah sebentar dipulau Cemara besar, pantai Tanjung Gelam, dan menghabiskan waktu bersantai dan mandi laut dipulau Menjangan Kecil. Kurang puas sih, tapi mau bagaimana lagi karena sudah harus balik keJakarta. Yah nanti lain kali bisa lebih lama keKarimun lagi.
Tiga hari bermalam diPantura
Sore harinya, begitu mendarat diSemarang langsung melanjutkan perjalanan keJakarta. Karena tujuannya sekalian kuliner jadi ya sekalian menyempatkan diri mencicipi sate Blengong khas Brebes dialun – alun Brebes yang dibangga – banggakan maknya ngapak – ngapak itu. Tapi iya sih rasanya memang cukup enak, apalagi kalau tahu tempat yang lebih enak lagi.
Nyampe Jakartapun sudah Senin pagi, setelah rehat sebentar terpaksa ngantor lagi. Habis deadline sudah menunggu padahal badan masih capek dan mengantuk. Coba kalau nggak ingat kerjaan, rasanya mau ngabur tidur siang saja dikantor..:D. Ups, siang harinya mendapat berita yang mengaharuskan pulang lagi keSemarang. Terpaksa deh minta ijin sehari balik keSemarang karena nggak bisa lama – lama ninggalin kerjaan.
Alhasil Minggu – Selasa malam dihabiskan dengan bermalam diatas kendaraan diPantura. Capek sih pasti 3 malam bolak balik gitu, tapi lumayanlah coz siangnya sempat istirahat sebentar dan rasanya jauh lebih capek naik bis 24 jam antara Saigon – Hoi An diVietnam. Sampai – sampai badan mati rasa dan pantat jadi panas banget kelamaan duduk. Yah maklumlah naik bis berjarak hampir Jakarta – Surabaya pp hanya bertarif USD 14.
Summary :
Hostel Dieng/Wonosobo : Rp. 40.000 – 100.000
Kapal Kartini : Rp. 108.000 one way
Hostel Karimun : Rp. 70.000 – 100.000
Sewa Kapal : Rp. 200.000 / Day (Pulau Cemara Besar, Tanjung
Gelam, Menjangan Besar dan Kecil)